Ada kata-kata sangat menarik yang sering terlontar dalam hubungan guru-murid di dalam dunia pendidikan : bila guru kencing berdiri, maka murid akan kencing berlari. Kata-kata tersebut secara sederhana menyimpan makna mendalam tentang bagaimana seorang guru dalam mengarahkan dan mendidik anak didik, sehingga apa yang diberikan oleh seorang guru secara langsung ataupun tidak akan sangat berpengaruh terhadap anak didik. Guru dengan demikian bagaikan obor yang selalu menyinari setiap generasi yang dimiliki oleh suatu bangsa atau bahkan guru adalah sang pelopor perjuangan yang senantiasa menjadi penopang kuat kemajuan peradaban bangsa itu sendiri.
Hal Itu berarti, guru dalam konteks pendidikan merupakan acuan strategis dalam meluruskan dan membangun masa depan pendidikan. Tanpa guru, pasti tidak akan ada murid. Tanpa guru, mengha rapkan masa depan bangsa yang maju dan berpera daban, hanya akan tinggal harapan, karena guru merupakan mediator bangunan perubahan yang harus selalu dibangkitkan.
Dalam ungkapan Asa Hiliard III, guru adalah me diator yang bisa atau tidak memberi pengalaman mendasar yang memungkinkan siswa menunjuk kan potensi luar biasa yang dimilikinya. Ini meng andaikan, guru memang segala-galanya di hada pan siswa. Predikat generasi masa depan yang di sandang para siswa barang tentu harus menjadi pertimbangan para guru. Kegagalan terbesar suatu bangsa pada hakikatnya bukan terletak pada siswa yang ada, tetapi terletak pada posisi guru dan seja uh mana guru mampu menjalankan tugas luhurnya sebagai pahlawan peradaban dan pahlawan yang selalu diharapkan. Karena perjuangan bangsa ini menuju bangsa yang maju, tidak bisa dilepaskan dan eksistensi guru yang dimiliki.
Oleh sebab itu, maka guru memiliki posisi yang sangat menentukan dalam dunia pendidikan. Kalau diibaratkan, seorang guru sama halnya dengan mesin yang ada pada setiap mobil yang siap meng gerakkan dan menjadi kekuataan yang tak terpisah kan. Sebagai mesin penggerak dalam dunia pen didikan,kualitas seorang guru tentuny sesuatu yang signifikan.
Demikian pula, Guru menurut Gobte dan Porter ; merupakan faktor penting dalam pembangunan : mereka berada dalam suatu kedudukan yang istimewa untuk mematahkan lingkaran kemiskinan, kebodohan dan prasangka dengan cara yang mungkin bisa diterima oleh penduduk yang bersang kutan ; sementara efek berganda dari pekerjaan mereka menonjolkan mereka sebagai investasi berharga di saat kita menghadapi tuntutan-tuntutan berat dengan sumber daya yang terbatas.
Dengan peran dan posisi yang sangat stra tegis tersebut, guru adalah segala-galanya dalam bangunan dan sistem pendidikan. Kemajuan suatu bangsa” sekali lagi- tidak bisa dilepaskan dari ke majuan pendidikan yang secara konsisten terus di pompa; dan terpenting dalam sistem itu adalah pe ran guru.
Tapi, pertanyaan yang kerapkali muncul tentang guru dalam kehidupan pendidikan bangsa Indonesia adalah sudahkah guru dengan posisi tersebut mendapatkan perhatian dari penguasa? Sudahkan pemerintah berfikir layaknya pikjran Kaisar Jepang di atas dengan menjadikan guru sebagai prioritas pembangunan?
Pertanyaan-pertanyaan ini yang kini membutuh kan jawaban konkret. Karena kemajuan bangsa Indonesia ke depan akan sangat ditentukan oleh potensi besar yang bernama para guru. Kita mung kin mafhum, soal guru bangsa indonesia tidak perlu khawatir karena stok guru yang siap mengabdi un tuk membangun bangsa ini mungkin sangat banyak, tapi yang menjadi masalah apakah pengabdian ter sebut sudah mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah.
Sudahkah nasib para guru yang selama ini me mang selalu menjadi bahan kritik, misalnya soal kesejahteraan guru, dipenuhi oleh penguasa? Se bab, persoalan kesejahteraan bagi sang pahlawan bagaimanapun tetap menjadi salah satu pemicu ke majuan pendidikan kita ke depan. Membangun pendidikan yang agresif dan benar-benar berkuali tas, tidak akan pernah tercapai tanpa terlebih dahulu membangun mental dan kesejahteraan para guru. Itulah yang panting untuk dipikirkan oleh peme rintah.
Karena ketika para guru sejahtera, dunia pendi dikan tentunya juga akan sejahtera. Guru tidak akan lagi memikirkan soal kebutuhan materi hidup karena pemerintah telah memenuhi semuanya, sehingga para guru akan lebih serius dan konsentrasi dalam melakukan amanat pencerdasan yang dibebankan di pundaknya. Jadikan guru sebagai pahlawan yang jasa-jasanya tetap harus dihormati secara wajar dan benar-benar terhormat.
Guru memang pahlawan tanpa pamrih, tetapi bukan berarti jerih payah dan setiap tetes keringat yang telah dikeluarkannya dalam melaksanakan tugas, tidak mendapatkan imbalan yang selayaknya. Maka, hormatilah sang pahlawanan itu dengan se penuh hormat, bukan setengah hormat. Perhatikan lah nasib mereka, dengan sepenuh perhatian, Dan salah satu penghormatan yang paling sederhana atas perjuangan yang mereka lakukan adalah meme nuhi apa yang menjadi kebutuhan hidup mereka. Jangan sia-siakan perjuangan mereka sebagai pelo por kemajuan peradaban bangsa ini. Hargailah me reka layaknya sang pahlawan yang selalu memba wa duta-duta bangsa meraih piala-piala kemena ngan. Marilah kita mulai belajar memahami dan bersikap obyektif dalam menghargai jasa-jasa para pahlawan bangsa ini, termasuk menghargai guru : sang pahlawan yang selalu mengobarkan sema ngat pencerdasan dalam bangsa ini.
Selasa, 08 Desember 2009
Jumat, 04 Desember 2009
Tulisan dari Wali Kelas

Anak Bukan Sekedar Investasi Masa Depan
oleh : Nurhafni
Anak adalah buah hati dan cerminan keberhasilan orang tua sekaligus kebanggaan bagi keluarga. Dan rasa bangga tersebut biasanya diimplementasikan dari hasil prestasi anak baik dibidang akademik maupun non akademik. Salah satu motivator keberhasilan prestasi anak adalah kehangatan keluarga, sebab keluarga merupakan faktor sentral dalam masa perkembangan anak sekaligus penentu masa depannya, tetapi tidak semua anak merasakan kebanggaan dan kehangatan keluarga karena masih banyak anak-anak usia dini mendapat pelakuan kasar dalam keluarga. Ironisnya, perlakuan tersebut dilakukan oleh orang tua kandung sedangkan penyebabnya hanya karena pada hal sepele seperti memecahkan piring atau sejenisnya. Tentunya periakuan tersebut tidak setimpal dengan sakitnya fisik dan batin anak finally mereka cenderung melakukan pemberontakan terhadap orang tua.
Pada masa perkembangan dan pertumbuhan, anak-anak senang melakukan aktivitas extreme guna mendapatkan perhatian (baca: caper) penuh dari orang tua. Dan aktivitas anak-anak tersebut pada dasamya merupakan cara berproses atau belajar untuk berekperimen dan berekspresi yang kemudian mempengaruhi perkembangannya (Yusuf, 2006)1. Oleh karena itu, orang tua harus bisa masuk keranah anak-anak dan membawa kembali keranah pikiran orang tua (Deporter, 2003)2 dengan cara merefleksikan setiap kejadian dengan alasan yang logis sehingga mereka paham dan terlatih untuk melakukan tindakan yang baik serta menjauhi tindakan yang buruk. Karena itu, orang tua berkewajiban memahami dan menyelami kepribadian anak sebab setiap anak mempunyai karakter yang berbeda-beda bahkan saudara kembar sekalipun.
Dan orang tua hams bisa membukajalinan komunikasi kepada anak. Jika anak sering berterus terang tentang permasalahan yang dialaminya, mempermudah orang tua untuk mengontrol sekaligus mengawasinya. Namun kurangnya perhatian orang tua kepada anak tentang hal-hal yang sepele merupakan salah satu kendala yang menyebabkan anak tertutup terhadap orang tua, misalnya orang tua sering membandingkan anak dengan anak yanglain (Surana, 2004)3 Secara psikologis, jiwa anak akan mengalami depresi dan berusaha mendapatkan pengakuan dari luar keluarga akibatnya mereka akan melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain hanya untuk mendapatkan kasih saying dan kebanggaan, baik anak tersebut memiliki kelebihan maupun kekurangan dalam hal prestasi akademik ataupun non akademik.
Selain itu, orang tua juga harus memberikan kepercayaan kepada anak-anaknya. Dari rasa percaya inilah nanti akan timbul rasa simpati yang “berlabuh” pada rasa empati sehingga anak selalu ingat akan perjuangan orang tua. Dan Kepercayaan orang tua terhadap anak adalah harta warisan yang paling bernilai tinggi. Sedangkan harta yang bernilai tak terhingga adalah anak, tetapi anak bukan sekedar investasi masa depan namun anak adalah tetapi pemenang jiwa tatkala merasakan kesuksesan yang telah diraihnya, baik sukses dalam hal duniawi maupun hati.
Nah, Sudahkan anda memberikan hal yang terbaik untuk anak anda ?
Sabtu, 28 November 2009
Struktur Organisasi Sepuluh Tiga
Kami dari kelas sepuuh tiga, memiliki struktur organisasi sebagai berikut:
Wali Kelas : Bu Nurhafni
Ketua Kelas : Ikhwanul Hafisya
Wakil Ketua Kelas : M. Riski Rosadi
Sekretaris : Lailatul Rizkah
Bendahara : Firstcilia Eldy Putri
Seksi Imtaq I : Adli Satria Sandika
Seksi Imtaq II : Ghariza Qurratu'ain
Seksi Kesehatan : Firdaus
Seksi Kebersihan : Tia Austin bachtar
Wali Kelas : Bu Nurhafni
Ketua Kelas : Ikhwanul Hafisya
Wakil Ketua Kelas : M. Riski Rosadi
Sekretaris : Lailatul Rizkah
Bendahara : Firstcilia Eldy Putri
Seksi Imtaq I : Adli Satria Sandika
Seksi Imtaq II : Ghariza Qurratu'ain
Seksi Kesehatan : Firdaus
Seksi Kebersihan : Tia Austin bachtar
Senin, 23 November 2009
first post (all about our class)
it's our first blog and just about us !
231109 itu tanggal post pertama kami. kami adalah anak-anak yang menduduki sebuah kelas di paling sudut si suatu sekolah. YES! smandel, sma terdepan di pekanbaru dan menjadi kebanggaan kami. kami adalah makhluk ciptaan tuhan yang bisa dibilang aneh. why? kami juga gak bisa ceritain secara detail gimana keanehan kami. haha
sepuluh tiga adalah kelas yang terbentuk pada 2009 bulan dan tanggalnya lupa! hehe, kelas yang awalnya diisi oleh makhluk berjumlah 32 orang. awalnya semua merasa nolak masuk dan beradaptasi di kelas ini. pada diem! pada jaim! pada sok cool! tapi semua itu berubah ketika timbul kekompakkan diantara kami. ckckck
awalnya 32 orang dan sekarang menjadi 30 orang karena ada pemilihan kelas unggul, eh tepatnya akselerasi. yaaah begitulah. semua berubah seketika itu
heemmmm, mau dikenalin siapa-siapa aja?
oke secara nyambung menyambung kami bakal nulis nama makhluk di ten three
HertaDeniFaizMeli(sangmamigembulek)JogyFirmanFirdausAdlyMiaCintya
SuciFaishalAfiFirstIskaZikraRiro(siunclesokcool)
DimoSantaDwikaLindahRaraYaniMiraTia(gadislugu)Intan(miangnya ten three)GharizaZahraMahiraMeliza
yaap itu nama para makhluk aneh di ten three
ini blog buat kita dan selamanya! jadi sering update ya kawan
seiring berjalannya waktu, kekompakan selalu terasa, sehari penuh tawa, sehari penuh suka cita dan bahagia. waah kalau ntr kelas kita diacak kalian jangan jauh ya!
kalian jangan sombong, okeee!
ingat BEST FRIEND NEVER DIE!
I LOVE U MY LOVELY TEN THREE :*
231109 itu tanggal post pertama kami. kami adalah anak-anak yang menduduki sebuah kelas di paling sudut si suatu sekolah. YES! smandel, sma terdepan di pekanbaru dan menjadi kebanggaan kami. kami adalah makhluk ciptaan tuhan yang bisa dibilang aneh. why? kami juga gak bisa ceritain secara detail gimana keanehan kami. haha
sepuluh tiga adalah kelas yang terbentuk pada 2009 bulan dan tanggalnya lupa! hehe, kelas yang awalnya diisi oleh makhluk berjumlah 32 orang. awalnya semua merasa nolak masuk dan beradaptasi di kelas ini. pada diem! pada jaim! pada sok cool! tapi semua itu berubah ketika timbul kekompakkan diantara kami. ckckck
awalnya 32 orang dan sekarang menjadi 30 orang karena ada pemilihan kelas unggul, eh tepatnya akselerasi. yaaah begitulah. semua berubah seketika itu
heemmmm, mau dikenalin siapa-siapa aja?
oke secara nyambung menyambung kami bakal nulis nama makhluk di ten three
HertaDeniFaizMeli(sangmamigembulek)JogyFirmanFirdausAdlyMiaCintya
SuciFaishalAfiFirstIskaZikraRiro(siunclesokcool)
DimoSantaDwikaLindahRaraYaniMiraTia(gadislugu)Intan(miangnya ten three)GharizaZahraMahiraMeliza
yaap itu nama para makhluk aneh di ten three
ini blog buat kita dan selamanya! jadi sering update ya kawan
seiring berjalannya waktu, kekompakan selalu terasa, sehari penuh tawa, sehari penuh suka cita dan bahagia. waah kalau ntr kelas kita diacak kalian jangan jauh ya!
kalian jangan sombong, okeee!
ingat BEST FRIEND NEVER DIE!
I LOVE U MY LOVELY TEN THREE :*
Langganan:
Postingan (Atom)